TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
“PENGARUH GAME TERHADAP PSIKOLOGIS ANAK”
Dosen pengampu :
Drs. Mukhtar Gojali, M.Ag

Disusun oleh :
SEPTIAN SUKMAWA (1141040132)
Tasawuf Psikoterapi 3D
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DAJTI BANDUNG 2015
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pada zaman
sekarang ini banyak anak anak yang sangat suka bermain video game. Game
merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan seorang anak. Saat
ini, bisnis game telah berkembang dengan pesat. Hal ini tercermin dari semakin
menjamurnya pusat-pusat permainan (game center) di kota besar maupun kota
kecil. Berkembangnya game tersebut diikuti pula oleh ketakutan para orang tua
akan dampak yang akan ditimbulkan oleh game tersebut. Orang tua khawatir kalau
nanti anaknya bermain game yang bukan untuk usianya dan tidak cocok untuk
perkembangan kejiwaannya. Beberapa alasan awal para pecandu game tersebut lebih
mementingkan gamenya dibandingkan kehidupan nyatanya adalah karena kurangnya
perhatian orang tua. ketika si pecandu tersebut menjadi korban bullying di
sekolahnya, anak jadi enggan memberitahu orang tua karena orang tua kurang
peduli terhadap perkembangan anaknya disekolah dan akhirnya bermain game untuk
menghilangkan emosi dan stress akibat bullying tadi. Lalu ada juga orang tua
yang terlalu mendukung dan memfasilitasi anak dalam bermain game. Akibatnya si
anak menjadi terlalu bebas dalam bermain game dan akan lebih banyak
menghabiskan waktunya dengan bermain game. Sebagai orang tua seharusnya bisa
lebih peduli terhadap perkembangan anaknya disekolah dan memberikan perhatian
lebih terhadap si anak. Kemudian batasi waktu bermain anak, jangan biarkan anak
bermain game terlalu lama dan masukkanlah si anak ke les akademik ataupun
non-akademik untuk meningkatkan prestasinya di sekolah maupun di luar sekolah.
Dengan cara itu mungkin saja si anak jadi bisa terhindar dari dampak negative
games.
B.
Masalah
1.
Mengapa
anak anak suka bermain game ?
2.
Bagaimana
pengaruh game terhadap perkembangan psikologis anak ?
C.
Maksud dan Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan
dalam rangka memenuhi tugas akhir Mata Kuliah Psikologi Perkembangan, serta
melatih penulis untuk mengadakan mini riset. Mini riset diharapkan dapat
memberi gambaran mengenai penelitian perkembangan.
D.
Manfaat Penelitian
Penelitian ini
dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai penelitian perkembangan
itu sendiri. Selain itu untuk mengetahui bagaimana anak bisa terhindar dari
dampak negative bermain game dan mengetahui cara agar anak tidak ketergantungan
terhadap game tersebut.
BAB 2
LANDASAN TEORITIS
A.
Pengertian perkembangan
Perkembangan yaitu proses mutlak yang akan
dialami oleh makhluk hidup. Namun tidak hanya makhluk hidup, banyak juga hal
lain yang dapat berkembang atau berubah seiring perubahan waktu. Banyak sekali
faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan seseorang. Beberapa faktor yang
mempengaruhi perkembangan seseorang adalah sebagai berikut :
1.
Factor
intern
·
Kesehatan
Anak-anak yang sehat mempunyai
banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat,
sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang
membutuhkan banyak energy. Ketika anak dalam keadaan sehat frekuensi untuk
bermain bersama teman akan semakin sering dengan seringnya bermain anak akan
sering berinteraksi, dengan berinteraksi anak akan terasah kepekaan emosinya.
·
Intelegensi
Anak-anak yang cerdas lebih aktif
dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih
menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang
banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton
film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual. Anak aktif tentu akan
sering untuk berinteraksi dan senantiasa luwes dalam bergaul hal ini akan
mempengaruhi kepekaan emosinya.
·
Jenis
kelamin
Anak perempuan biasanya lebih peka
terhadap sebuah perasaan dibandingkan dengan laki laki, oleh karena itu anak
permpuan biasanya lebih cepat dalam
kepekaan emosinya dibanding laki laki .
·
Religi
Dasar agama yang kuat dalam keluarga
ataupun lingkungan sangat berpengaruh dalam perkembangan emosi anak, karena
agama senantiasa mengajarkan kebaikan dalam hubungan antar personal.
2.
Faktor
ekstern
·
Lingkungan
Lingkungan yang baik sangat
mempengaruhi perkembangan emosi anak, karena pada usia perkembangan anak akan
melihat apa yang ia lihat dilingkungannya dan kemudian ditiru tanpa melihat apa
sesuatu itu baik atau buruk, karena dalam usia perkembngan anak belum bisa
membedakan mana yang baik dan apa yang buruk. Apa yang dirasa lumrah dalam
lingkungannya maka itu akan melekat dalam memorinya. Sesuatu yang dirasa lumrah
disuatu lingkungan belum tentu lumrah juga d lingkungan lain, jadi pilihlah lingkungan
yang sehat dalam pergaulan sehingga perkembangan emosi anak dapat berkembang
dengan baik.
·
Keluarga
Lingkungan keluarga adalah
lingkungan yang paling berpengaruh, apa yang diketahui, dilihat dalam keluarga
sangat berpengaruh dalam perkembangan emosi anak,teladan orang tua yang baik
akan membentuk kepekaan emosi anak yang baik. misalnya. Anak yang sering meihat
ayahnya memukul ibunya maka akan terbentuk emosi bahwa memukul itu adalah
sesuatu yang biasa, dan ketika bergaul dengan lingkungannya kemuadian terjadi
permasalahan, maka anak akan tidak segan memukul temannya, karena anak merasa
bahwa memlukul itu adalah sesuatu yang biasa saja.
·
Status
sosial ekonomi
Orang yang status ekonomi lebih
tinggi biasanya akan kurang berinteraksi dengan lingkungannya dibanding dengan
orang dengan ekonomi lebih rendah, para orang tua dengan status ekonomi rendah
biasanya membiarkan anak anaknya bermain dengan lingkungannya dibanding orang
tua yang dengan status ekonomi lebih tinggi yang menjaga anaknya tetap dirumah
dan memajakan anak dengan permainan permainan yang tidak melibatkan teman untuk
menjaga anaknya lebih terkontrol.
B.
Psikologi Perkembangan Menurut Para Ahli
Psikologi Perkembangan merupakan cabang dari
psikologi. Psikologi (Psychology dari bahasa yunani dari kata “psycho” yang
berarti roh, jiwa (daya hidup) dan “logos” berarti ilmu, secara harfiah
psikologi berarti ilmu jiwa.
1.
David
G Myers (1996)
Psikologi perkembangan “a branch of psychologu that studies
physical, coginitive, and socialchange throughout the life span”
2.
Kevil
L.Seifert & Robert J Hoffnung (1994)
Psikologi Perkembangan “The schientificy study of how thoughts,
feeling, personalitu, social relationships, and body of motor skill envolve as
an individual grows older”
3.
Linda
L Daidoff (1991)
Psikologi Perkembangan adalah cabang psikologi yang mempelajari
perubahan dan perkembangan stuktur jasmani, perilaku, dan fungsi mental manusia
yang dimulai sejak terbentuknya makhluk itu melalui pembuahan hingga menjelang
mati.
4.
M
Lenner (1976)
Psikologi perkembangan sebagai pengetahuan yang mempelajari
persamaan dan perbedaan fungsi-fungsi psikologis sepanjang hidup (mempelajari
bagaimana proses berpikir pada anakanak, memiliki persamaan dan perbedaan, dan
bagaimana kepribadian seseorang berubah dan berkembangn dari anak-anak, remaja,
sampai dewasa.
C.
Emosi
Emosi
adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi
adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Emosi adalah gejolak yang
terdapat di dalam jiwa seseorang yang diperlihatkan melalui raut muka dan
perilaku ketika seorang individu menjalani kehidupannya sehari hari ketika
merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap
sesuatu. Emosi yang sehat perlu pengendalian pikiran, perasaan dan perilaku
baik positif atau negatif.
D.
Game
Menurut Wikipedia (2012) menyatakan bahwa :
“video game is an electronic game that involves human interaction with a user
interface to generate visual feedback on a video device. (game adalah sebuah
permainan elektronik yang melibatkan interaksi antara pemain dengan interface
game untuk menghasilkan efek umpan balik secara visual pada perangkat video.)”Menurut
bahasa, game berasal dari bahasa inggris yang artinya permainan. Dalam bahasan
ini, permainan adalah sebuah video yang dapat dimainkan oleh pemain melalui
alat permainan seperti komputer atau laptop dan konsol seperti Playstation,
Xbox 360, Nintendo Wii dan sebagainya. Permainan tersebut melibatkan interaksi
dengan pemain agar dapat menimbulkan efek visual seperti umpan balik dari
permainan yang mereka mainkan.
E.
Dampak Game Bagi Perkembangan Anak
Munculnya
berbagai game yang semakin beragam ini perlu ditindak secara positif dan
negatif, karena game tidak hanya menimbulkan dampak negatif saja, namun juga
dapat menimbulkan dampak positif bagi perkembangan anak. Sebagai orang tua,
pasti kita tidak ingin anaknya tidak mendapatkan kebutuhan akan game berkurang
kan ? maka dari itu, kita sebagai orang tua atau orang yang mengerti akan
dampak-dampak dari game yang semakin beragam ini agar dapat memberikan anaknya
game-game apa saja yang cocok atau sesuai usia si anak.
1.
Dampak
positif game
Berikut dampak positif dari game online yang kami dapat dari
berbagai sumber :
a.
Membuat
orang pintar. Penelitian di Manchester University dan Central Lanchashire
University membuktikan bahwa gamer yang bermain game 18 jam per minggu
(rata-rata 2.5 jam/hari) memiliki koordinasi yang baik antara tangan dan mata
yang juga setara dengan kemampuan atlet.
b.
Meningkatkan
konsentrasi. Dr. Jo Bryce, kepala penelitian di suatu universitas di Iggris
menemukan bahwa gamer sejati punya daya konsentrasi tinggi yang memungkinkan
mereka mampu menuntaskan beberapa tugas hidup mereka.
c.
Ketajaman
mata yang lebih cepat. Penelitian di Rochester University mengungkapkan bahwa
anak-anak yang memainkan game action secara teratur memiliki ketajaman mata yang
lebih cepat daripada mereka yang tidak terbiasa bermain game.
d.
Meningkatkan
kinerja otak dan memacu otak dalam menerima cerita. Sama halnya dengan belajar,
bermain game yang tidak berlebihan dapat meningkatkan kinerja otak bahkan
memiliki kapasitas jenuh yang lebih sedikit dibandingkan dengan belajar dan
membaca buku.
e.
Membantu
bersosialisasi. Beberapa profesor di Loyola University, Chicago telah
mengadakan penelitian dan menurut mereka game online dapat menumbuhkan
interaksi sosial yang menentang stereotip gamer yang terisolasi. friendship,
brotherhood, organisasi (guild), menghadapi conflict bersama (guild wars),
managing people (jika menjadi guild leader), kontrol emosi, politik, dsb.
f.
Mengusir
stres!!! Para peneliti di Indiana University menjelaskan bahwa bermain game
dapat mengendurkan ketegangan syaraf. Jelas aja daripada berantem mendingan
berantem lewat game, darahnya bohongan, senjata bohongan, semuanya serba
bohongan, buat apa kita hidup di jaman digital kalau tidak memanfaatkannya.
g.
Memulihkan
kondisi tubuh. Dr. Mark Griffiths, psikolog di Nottingham Trent University
melakukan penelitian sejauh mana manfaat game dalam terapi fisik.
2.
Dampak
Negatif dari Game
a.
Menimbulkan
efek ketagihan, yang berakibat melalaikan kehidupan nyata. Inilah masalah
sebenarnya yang dihadapi oleh para gamer yang intinya adalah pengendalian diri.
Dan juga efek ketagihan semacam ini dapat memicu perilaku negatif seperti
mencuri uang untuk membeli game baru, bolos sekolah, malas mengerjakan
pekerjaan rumah (PR), atau rasa tak tenang saat tidak dapat bermain games.
b.
Kehidupan
real menjadi berantakan, seperti nilai pelajaran, tugas kampus, dipecat, dsb.
c.
Membuat
orang menjadi bodoh. Orang berpikir terlalu pendek karena jalan main game yang
ia mainkan. Ada salah satu kasus, seseorang membunuh seorang sopir taksi karena
orang itu menginginkan uang dari sopir taksi itu untuk bermain game. Game
kesukaannya adalah GTA.
d.
Membuat
orang terisolisir dengan lingkungan sekitar. Ini adalah efek karena terlalu
seringnya bermain game sehingga lupa akan kehidupan nyatanya.
e.
Mengganggu
kesehatan. Karena seseorang yang bermain game dalam waktu sangat lama ia hanya
melakukan kegiatan pasif dan juga bila
seseorang bermain game dengan tingkat ketergantungan yang tinggi dan posisi
duduk yang salah saat bermain games dikawatirkan seseorang itu akan
mengidap Repetitive Strain Injury (RSI)
atau nyeri sendi.
f.
Menghayal
dan pikiran yang selalu tertuju pada game adalah efek negative yang
ditimbulkannya. Mempengaruhi pola piker dan tingkah laku
g.
Pemborosan,
Jika game online telah menjadi candu. Karena jika seseorang telah kecaduan, ia
dapat mengorbankan apapun demi keinginannya.
BAB 3
METODE PENELITIAN
A.
Desain Penelitian
Penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan emosi pada anak yang suka bermain
game. Penelitian ini menggunakan metode interview jadi penelitian ini bersifat
alamiah.
B.
Subjek Penelitian
Subjek
penelitiannya adalah 2 orang anak gamers usia 10 tahun atau sekitar kelas 5 SD
dan anak usia 14 tahun atau sekitar kelas 2 SMP.
C.
Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan
data penelitian ini dengan wawancara langsung terhadap gamers.
D.
Metode Analisis Data
Teknik
analisis data interview langsung, sehingga analisis data yang digunakan dengan
cara menelaah jawaban jawaban dari subjek penelitian. Jawaban jawaban tersebut
dikategorisasikan sesuai dengan tujuan dari penelitian ini.
BAB 4
PELAKSANAAN
PENELITIAN, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.
Persiapan Penelitian
Langkah
awal dari penelitian ini adalah mengumpulkan sejumlah bahasan dari buku, web,
artikel yang berkaitan dengan pengaruh game terhadap perkembangan emosi pada
anak. Sebelum meneliti, peneliti mempersiapkan beberapa alat seperti alat
perekam dan alat tulis. Kemudian peneliti mewawancarai subjek yang terdapat di
sebuah rental game.
B.
Pelaksanaan Penelitian
Penelitian
ini menjalin terlebih dahulu komunikasi dengan subjek yang akan di teliti.
Kemudian peneliti berkunjung ke tempat yang sudah di sepakati dengan subjek
yaitu di sebuah rental game. Penelitian pada anak pertama yang berusia 10 tahun
dilaksanakan pada tanggal 13 Desember dan pada anak yang kedua yang berumur 14
tahum dilaksanakan pada tanggal 19 Desember.
C.
Hasil Penelitian
Hasil
pengumpulan data dengan metode wawancara. Masalah masalah emosi yang terjadi
ketika telah bermain game.
·
Subjek
: MJ anak yang berumur 10 tahun
Masalah psikologis yang di alami
ketika sering bermain game
·
Apakah
yang dilakukan sodara agar merasa senang ?
Bermain game
·
Apa
yang menyebabkan sodara memilih bermain game untuk membuat senang ?
Karena main game itu seru dan asik
·
Bagaimana
pengaruhnya ketika telah bermain game ?
Kadang puas kadang juga suka kurang puas
·
Apa
alasan yang menyebabkan sodara kurang puas ?
Saat game masih seru waktu ngerentalnya sudah habis
·
Apakah
setelah bermain game ini ada perubahan yang terjadi pada diri sodara ?
Ada, seperti kadang suka berhayal menjadi karakter yang ada pada
game tersebut suka menirukan gaya gayanya.
·
Apakah
game tersebut selain bisa membuat sodara senang juga bisa membuat sodara
mengalami perasaan lain ?
Bisa yaitu ketika game nya susah kita kalah terus bermainnya, terus
melihat orang lain bisa terkadang suka sedih atau stress juga.
·
Apakah
sodara memiliki hambatan ketika sering bermain game ?
Ada, seperti tidak bisa jajan makanan karena uangnya habis dipakai
untuk main game.
·
Apa
dampak yang di alami sodara dilingkungan teman bermain ketika telah sering
bermain game ?
Lebih memilih teman yang juga suka bermain game, karena nyambung di
ajak ngobrol dan lebih asik.
·
Apakah
setelah sering bermain game ada pengaruhnya terhadap pembelajaran sodara di
sekolah ?
Ada, jadi bisa lebih berusaha sendiri mengerjakan soal, terus
karena game kebanyakan berbahasa inggris jadi lebih suka dan lebih mudah
mengerti ketika belajar bahasa inggris.
3.
Subjek
: FID anak yang berumur 14 tahun
·
Apakah
yang dilakukan sodara agar merasa senang ?
Bermain game
·
Apa
yang menyebabkan sodara memilih bermain game untuk membuat senang ?
Karena main game itu seru dan menghilangkan stress
·
Bagaimana
pengaruhnya ketika telah bermain game ?
Pengaruhnya ya ada kepuasan tersendiri yang timbul
·
Apakah
setelah bermain game ini ada perubahan yang terjadi pada diri sodara ?
Ada, seperti kadang suka berhayal menjadi karakter yang ada pada
game tersebut suka menirukan gaya gayanya. Kadang juga suka memperlakukan teman
seperti yang ada di game tapi itu hanya sebatas bercanda saja.
·
Apakah
game tersebut selain bisa membuat sodara senang juga bisa membuat sodara
mengalami perasaan lain ?
Bisa yaitu kadang juga bisa membuat marah dan kesal karena game
tersebut susah di pecahkan permasalahannya.
·
Apakah
sodara memiliki hambatan ketika sering bermain game ?
Ada, seperti tidak bisa jajan tidak bisa menabung, tidak bisa
membeli barang yang di inginkan karena uangnya habis dipakai untuk main game.
·
Apa
dampak yang di alami sodara dilingkungan teman bermain ketika telah sering
bermain game ?
Lebih memilih teman yang juga suka bermain game, karena nyambung di
ajak ngobrol dan lebih asik. Kadang juga suka melupakan teman teman yang lain
karena lebih merasa nyaman bergaul dengan orang yang sama sama suka bermain
game.
·
Apakah
setelah sering bermain game ada pengaruhnya terhadap pembelajaran sodara di
sekolah ?
Ada, jadi bisa lebih berusaha sendiri mengerjakan soal, jadi lebih
suka soal soal yang bergambar, menambah kreativitas ketika belajar seni rupa, lebih
suka belajar bahasa inggris karena kebanyakan game menggunakan bahasa inggris,
tetapi kadang juga ketika sedang belajar di kelas sering keingat game dan
membuat pelajaran terasa mudah jenuh dan ingin cepat cepat selesai.
D.
Pembahasan
Game
yang dimainkan oleh anak anak ini banyak pengaruhnya terhadap perkembangan
psikologisnya. Pada awalnya anak hanya coba coba saja dalam bermain game, tapi
lama kelamaan menjadi suatu kecanduan bahkan ada yang sudah menjadi kebutuhan.
Mereka bermain game kebanyakan hanya untuk kepuasan semata saja. Tanpa berfikir
panjang ketika anak anak itu di beri uang oleh orang tuanya uang itu langsung
di pakai untuk bermain game.
Kebanyakan
dari anak saat bermain game selalu lupa akan segalanya, lupa makan lupa waktu
dan ketika libur sekolah tiba mereka sampai sering bergadang hanya untuk
bermain game tanpa memperhatikan kesehatannya. Anak yang bermain game itu tau
bagaimana pengaruh yang ditimbulkan karena keseringan bermain game karena
mereka merasakannya. Tetapi mereka mengabaikannya karena sudah terlalu
terbiasa. Anak yang telah sering bermain game akan sering berkhayal tentang
karakter karakter yang ada pada game yang sering dimainkannya bahkan sampai
menirukannya di kehidupan kehidupan nyata.
Mereka
yang sudah kecanduan game akan sering berada didalam rumah, mengisolasi diri
dari kehidupan luar dan memfokuskan dirinya kedunia game. Ya walaupun didalam
game yang mereka mainkan masih bersosialisasi dengan orang-orang sesama gamer,
namun mereka jadi melupakan teman-teman disekitar rumahnya. Mereka yang sudah
kecanduan game akan lebih senang mencari teman yang sama-sama menyukai game,
karena mereka dapat bertukar pikiran mengenai game tersebut, leveling bersama,
berpetualang bersama atau bahkan berbisnis bersama didalam game tersebut.
Tapi
dari semua hal tersebut ada juga sisi yang bermanfaat bagi mereka saat telah
bermain game, yaitu menambah kreativitas saat belajar seni. Meraka yang sering
bermain game cenderung lebih banyak berimajinasi yang menjadikan mereka
mendapatkan suatu inovasi inovasi yang baru. Mereka yang sering bermain game
juga menjadi lebih mudah untuk mempelajari bahasa inggris, karena hampir di
semua game menggukan bahasa inggris.
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Game adalah sesuatu yang sudah tidak asing lagi. Game merupakan hal
yang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan seorang anak. Game bisa berdampak
negative dan berdampak positif. Maka dari itu kita harus berusaha memaksimalkan
dampak positifnya dan meminimalisir dampak negatifnya demi kemajuan bangsa.
B.
Saran
Peran sebagai orang tua seharusnya
bisa lebih peduli terhadap perkembangan anaknya disekolah dan memberikan
perhatian lebih terhadap si anak. Kemudian batasi waktu bermain anak, jangan
biarkan anak bermain game terlalu lama dan masukkanlah si anak ke les akademik
ataupun non-akademik untuk meningkatkan prestasinya di sekolah maupun di luar
sekolah. Dengan cara itu mungkin saja si anak jadi bisa terhindar dari dampak
negative games.
Daftar
Pustaka
Santrock, John
W.(2002). Life-Span Development : perkembangan perspektif masa hidup jilid 1.
Jakarta : Erlangga.
Yusuf, Syamsu. Mental
Hygiene. Bandung : Pusataka Bani Quraisy 2004
Suryabrata,
Sumadi. Psikologi Kepribadian.
Jakarta : Rajawali Pers, 2013
Lampiran-lampiran
Daftar
Pertanyaan :
·
Apakah
yang dilakukan sodara agar merasa senang ?
·
Apa
yang menyebabkan sodara memilih bermain game untuk membuat senang ?
·
Bagaimana
pengaruhnya ketika telah bermain game ?
·
Apa
alasan yang menyebabkan sodara kurang puas ?
·
Apakah
setelah bermain game ini ada perubahan yang terjadi pada diri sodara ?
·
Apakah
game tersebut selain bisa membuat sodara senang juga bisa membuat sodara
mengalami perasaan lain ?
·
Apakah
sodara memiliki hambatan ketika sering bermain game
·
Apa
dampak yang di alami sodara dilingkungan teman bermain ketika telah sering
bermain game ?
·
Apakah
setelah sering bermain game ada pengaruhnya terhadap pembelajaran sodara di
sekolah ?
mohon ijin untuk dijadikan referensi, terima kasih. membantu sekali
BalasHapus